
Sekjen Pengurus Pusat IAGI Mirzam Abdurrachman (Foto: Ist)
Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menekankan pentingnya geosains sebagai landasan utama dalam mitigasi bencana dan perencanaan pembangunan nasional. Selama ini, penanganan bencana dinilai masih dominan bersifat reaktif, bukan berbasis pencegahan.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IAGI Mirzam Abdurrachman, mengatakan ingin mendorong perubahan pola pikir dalam menghadapi bencana kebumian.
“Kami berharap dari pengalaman bencana yang terjadi, kita tidak lagi merespons secara reaktif. Kejadian terjadi, baru kemudian kita mengambil tindakan. Geosains harus menjadi dasar pengambilan keputusan,” ujar Mirzam di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Sebab itu, forum diskusi yang digelar IAGI melalui talk show dan focus group discussion (FGD) diharapkan bisa menjelaskan persoalan tersebut. Ia menilai, bencana yang berulang menjadi indikasi bahwa peran geosains belum ditempatkan secara optimal dalam kebijakan tata ruang, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan risiko bencana.
Padahal, melalui pendekatan geosains, pemerintah dapat memetakan wilayah rawan, kawasan relatif aman, serta jenis ancaman bencana yang berpotensi terjadi di suatu daerah.








